Makalah Kewirausahaan (Usaha Toko Kue Kristina)

BAB 1
PENDAHULUHAN
A. Sejarah Usaha Toko Kue Kristina
Usaha kue ini berdiri sejak tahun 1986 dan diberi nama Kristina, yang didirikan oleh suami istri yang bernama ibu Ratna dan bapak Chandra. Sejak usaha ini didirikan hingga sekarang telah beberapa kali mengalami kemunduran, tetapi hal tersebut tidak mengakibatkan usaha ini mengalami kebangkrutan. Berdirinya usaha ini tidak lepas dari adanya dukungan dari orang tua ibu Ratna, khususnya ibu dari ibu ratna yang mempunyai hobi memasak, sehingga ibu Ratna pun tertarik dalam bidang yang sama yaitu memasak. Selama memajukan usaha kue ini ibu Ratna sudah beberapa kali mengikuti kursus memasak selama 3 sampai 4 kali kursus memasak ditempat yang berbeda serta membuat variasi kue dengan menggunakan resep sendiri maupun peninggalan dari orang tua. Usaha kue ini berada di jalan raya Hankam Wisma Asri di daerah Pondok Gede.
B. Tujuan Didirikan Usaha Toko Kue Kristina
Adapun tujuan didirikannya usaha kue ini adalah untuk mendapatkan keuntungan atau penghasilan bagi si pemilik usaha, untuk mengembangkan hobi yang dimiliki oleh pemiliknya, dan juga karena adanya peluang usaha didaerah tempat tinggalnya.
C. Alasan Utama Dalam Membuka Usaha Toko Kue Kristina
Adapun alasan yang dimiliki oleh ibu Ratna dalam membuka usaha Toko Kue ini diantaranya:
a. Karena masakan orang tua dari ibu Ratna selalu enak, sehingga pemilik toko jadi tertarik dan juga hobby yang dimilki oleh pemilik toko.
b. Karena ibu Ratna mempunyai keinginan untuk membuka usaha makanan khususnya dalam hal kue.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Jenis Usaha
Dalam usaha ini Toko Kue Kristina menjual berbagai macam snack, nasi box, tumpeng, kue basah, dan aneka kue soes dan cake. Harga kue basah maupun kue soes rata-rata sebesar Rp. 3.000,00 sampai Rp.4.000,00
Macam – macam kue basah dan kue soes yang dijual antara lain :
1. Lemper/Semar mendem
2. Risoles Sayur
3. Pastel
4. Egg Roll/Risol Amerika
5. Soes Fla
6. Soes Coklat/Mocca
7. Soes Buah
8. Pie Buah
9. Dadar Pandan dan Dadar Fla Coklat
10. Pakis dan Arem-arem
11. Dadar Pisang Coklat, dll.
Adapun Unggulan atau favorit dari Toko Kue Kristina adalah Egg Roll, Arem-arem, Soes buah, Pastel, dan Lemper. Karena jenis makanan ini banyak diminati oleh pelanggan. Dibawah ini merupakan salah satu gambar dari kue-kue basah dan kue soes diantaranya:

B. Modal Usaha
Modal usaha yang diperlukan dalam mendirikan Toko Kue Kristina yaitu :
a. Modal untuk pembelian bahan baku sebesar ± Rp. 500.000,00
b. Modal untuk pembelian peralatan sebesar ± Rp. 3.000.000,00.
Peralatan ini terdiri dari :
 Mixer
 Oven
 Penggorangan
 Kompor
 Panci, dll.

C. Bahan-bahan yang Dibutuhkan Oleh Toko Kue Kristina
Adapun bahan baku yang digunakan diantaranya :
a. Ayam
b. Daging sapi
c. Sayur-sayuran yang terdiri dari kentang, wortel, kacang polong dll
d. Buah-buahan yang terdiri dari kiwi, chery, kelengkeng, mangga dll
e. Minyak goring
f. Gula pasir
g. Tepung terigu
h. Telor
i. Kelapa muda
j. Tahu
k. Garam, dll.

D. Sumber Daya Manusia
Dalam Toko Kue Kristina mempunyai pegawai sebanyak 8 orang yang terdiri dari 7 orang wanita dan 1 orang pria.
Tugas dari para pegawai tersebut diantaranya
 1 orang bagian memasak
 6 orang bagian packing
 1 orang bagian pengiriman kue.
Dalam pembagian upah pemilik tidak memandang bagiannya dalam bekerja, tetapi pemilik lebih melihat kepada lama meraka bekerja di toko kue tersebut dan keahlian memasaknya. Waktu kerja produksi dari jam setengah 4 sampai jam setengah 8, kalau ada pesanan banyak waktu produksinya bisa lebih lama.
E. Profit yang Dihasilkan Toko Kue Kristina
Keuntungan yang diperoleh Toko Kue Kristina selama 1 bulan cukup memadai, karena usaha ini menggunakan sistem pemesanan dan juga membuka toko.
Dibawah ini merupakan simulasi keuntungan usaha Toko Kue Kristina:
Pendapatan Laba Kotor Rp. 30.000.00,00 sampai Rp. 40.000.000,00
Pengeluaran yang terdiri dari:
 Bahan baku/bulan Rp. 8.500.000,00
 Tenaga kerja/bulan untuk 8 orang Rp. 5.800.000,00
 Sewa toko/bulan utuk 2 toko Rp. 1.000.000,00
Jadi total pengeluaran Rp. 15.300.000,00
Keuntungan Bersih sebesar Rp. 35.000.000,00 – Rp. 15.300.000,00 = Rp. 19.700.000,00
Jadi keuntungan bersih yang diperoleh oleh Ibu Ratna sebesar Rp. 24.700.000,00 keuntungan ini tidak dapat diperoleh setiap bulannya karena penjualan setiap bulan berbeda-beda kadang tinggi, kadang rendah jadi tidak dapat dipastikan.
F. Pemasaran Toko Kue Kristina
Adapun pemasaran yang dilakukan oleh Toko Kue Kristina ini yaitu:
1) Dengan cara membuka toko sebanyak 2 toko yang terdiri dari:
o Toko yang dibuka didaerah Lotasera (Bulog)
o Toko yang dibuka di daerah Jalan Raya Hankam Wisma Asri (Pondok Gede) Disini pemilik menempatkan 4 orang pegawai masing-masing toko terdiri dari 2 orang pegawai dan memasukkan kue sebanyak 60 macam kue untuk masing-masing toko. Toko kue ini buka dari jam 8 sampai jam 6 sore.
2) Dengan cara menerima pesanan kue dalam partai besar maupun dalam partai kecil
Pesanan ini biasanya untuk acara ulang tahun, pernikahan, sunatan, gereja, dll. Dalam hal pesanan sistem yang digunakan yaitu jika yang memesan kue itu orang lama maka pemesan hanya menelpon si pemilik, sedangkan jika pemesan itu orang baru maka orang tersebut harus memberikan uang muka kurang lebih 50%.
3) Dengan cara memasukkan kue buatan Toko Kue Kristina ke toko yang berada di dalam mall-mall. Pada keterangan ini bagi pembeli kue diberikan potongan harga sebesar 10%-15% dari harga yang sewajarnya serta kalau kue yang di taruh tidak habis langsung dikembalikan ke Toko Kue Kristina, dengan demikian toko ini menggunakan sistem Konsinyasi.
4) Dengan cara dimasukkan ke dalam rumah sakit haji, khususnya di kantin. Toko Kue Kristina ini memasukkan kue sebanyak 120 buah, karena di tempat itu lebih rame. Pada keterangan ini Toko Kristina masih tetap menggunkan sistem konsinyasi.
5) Serta dengan cara membagikan brosur Toko Kue Kristina ke pelanggan serta dari mulut ke mulut.

G. Peralatan Yang Digunakan Dalam Usaha Toko Kue ini
Dalam kegiatan produksinya Toko Kue Kristina membutuhkan peralatan diantaranya:
 Kompor
 penggorengan
 Panci
 Mixer
 Oven Listrik dan oven Kompor
 Cetakan kue dan cetakan agar-agar
 Ember
 Gunting
 Sendok dan Garpu
 Tempat Kue, dll.

H. Peluang Usaha
Kalau menurut kelompok kami peluang usaha pada Kue Kristina ini akan lebih berkembang dan lebih maju karena Toko Kue Kristina ini menjual bermacam-macam kue yang mempunyai ciri khas tersendiri serta rasanya enak dan bisa bersaing dengan toko-toko kue yang terkenal lainnya. Serta Toko Kue Kristina ini suka membuat sensari baru dengan cara menawarkan macam-macam kue yang dibuat oleh ibu Ratna sendiri. Dalam melakukan pemesanan dapat dilakukan dengan cara menelpon langsung pemilik kue sehinnga tidak perlu datang ke tempat usaha maupun tempat produksi dan juga jika yang memesan orang lama maka pemesan tidak perlu membayar uang muka.
I. Persaingan Usaha
Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, pemilik toko kue ini tidak takut bersaing dengan usaha toko kue yang lain. Karena pemilik toko yakin kue yang diproduksinya mempunyai rasa yang khas dibandingkan dengan toko kue lainnya serta selalu memberikan sensasi-sensasi baru dengan membuat kue dengan resep baru dan tidak menggunakan bahan-bahan pengawet. Dan dalam toko kue Kristina ini pemilik selalu menerima kritik dan saran dari pelanggan yang berfungsi untuk dapat lebih mengembangkan usaha toko kue ini.
J. Lokasi Usaha
Kalau menurut kelompok kami lokasi usaha yang didirikan oleh Toko Kue Kristina ini sudah strategis karena dekat jalan, sehingga banyak orang yang melihat toko itu. Serta pelanggan toko kue ini bisa membeli kue yang disukai dengan mudah dan cepat.

BAB III
KESIMPULAN

Toko Kue Kristina ini menjual berbagai macam kue basah, kue soes serta tumpeng dan nasi box. Toko Kue ini selalu memberikan inovasi kue-kue basah dan rasa yang baru sehingga para pelanggan tidak akan bosan karena kue yang dijual banyak variasinya. Toko ini juga menyediakan banyak macam-macam kue yang bisa diperjualkan kembali, jika ada yang berminat toko kue ini memberikan potongan harga sekitar 10% sampai 15% dari harga seharusnya serta jika kue tersebut tidak habis terjual maka pembeli boleh mengembalikan kue tersebut kepada pemilik toko, atau pemilik toko biasa menyebut dengan sistem konsinyasi.
Dengan sistem ini pemilik toko tidak takut mengalami kerugian karena hal tersebut masih bisa diatasi. Dan jika kue yang dibuat oleh pemilik toko tidak habis terjual maka kue tersebut dibagikan ke tetangga terdekat atau saudara-saudara ibu Ratna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s